Archive for category review elek-elekan
Totto-chan: The Little Girl at the Window (Gadis kecil di pinggir jendela)
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 20, 2010
Judul Buku: Totto Chan: gadis kecil di pinggir jendela
Pengarang: Tetsuko Kuroyanagi
semua review sudah menuturkan isi dari buku ini. saya hanya ingin mengatakan bahwa: buku ini membuat adrenalin, semangat, keresahan, gairah saya membuncah meletup-letup untuk mendirikan sekolah (atau semacam sekumpulan tempat beraktifitas anak-anak) yang memiliki ruh sekolah Tomoe.
sebuah tempat yang memungkinkan dan selalu mendorong anak-anak untuk berkreasi dan mulai mengenal jati dirinya.
di Indonesia, kumpulan seperti ini masih langka. kita bisa mengandalkan sekumpulan anak-anak di daerah pedalaman yang masih bisa menghisap kearifan alam. tetapi di kota besar?
tetsuko Kuroyanagi benar-benar tepat menyentuh denyut hati, pemikiran dan keresahan siapapun yang memiliki angan-angan indah tentang pendidikan.
Moshkel Gosha
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul buku: Moshkel Gosha
Pengarang: Llewellyn Vaughan
buku yang simpel, tipis tapi sarat makna. bagi orang yang lelah berkejaran dengan “hari ini”, lalu ngeri menatap “hari esok” dan punya trauma terhadap “hari kemarin”, buku ini bisa menjadi semacam oase yang menyegarkan.
“hanya orang yang benar-benar membutuhkan dan sedikit menginginkan yang akan menemukan jalannya”. inilah titik tekan buku ini. kebutuhan lebih jernih dan jujur daripada keinginan.
Animal Farm
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Animal Farm
Pengarang: George Orwell
terbayang bagaimana kepribadian seseorang di saat dewasa jika masa kecilnya membaca animal farm dan itu menginspirasinya sampai dewasa?
ya, yang paling mungkin adalah seseorang itu berkepribadian egaliter tanpa mempedulikan “kelas”. buku ini_jika dibaca oleh manusia dewasa_akan menjadi cermin untuk merenung tentang sisi buruk manusia. tatapi jika buku ini_jika dibaca oleh anak-anak atau remaja_akan menggugah semangat egaliter yang terlalu hijau.
saya membaca terjemahan indonesianya. dan sayangnya kualitas terjemahan itu kurang menggugah.
buku ini adalah diktat penting bagi siapa saja yang ingin berkenalan dengan penindasan dan haus kekuasaan ala komunisme secara subtansi. dan, geroge orwell mengambil farm/ peternakan sebagai alat metafora dan analoginya.
bukan cara yang baru tapi cerdas!
Hujan Bulan Juni
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Hujan Bulan Juni
Pengarang: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Grasindo, 2003
Tebal: 104 halaman
hmm…hujan bulan juni.
sekarang ini sudah semakin sering hujan turun di bulan juni. sudah tidak lagi rintik tetapi mengguyur. meski iklim terkontaminasi global warming, tapi pesona puisi hujan bulan juni tak hilang digerus kerusakan iklim manapun….
Sapardi Djoko Damono membuktikan diri sebagai begawan yang sastrawan atau sastrawan yang begawan.
hanya dengan satu,dua, tiga larik, ke-diri-an kita akan dipacu menuju lorong panjang “pencarian”. atau sebaliknya, sebutir kata dilahirkan dengan jernih hingga mampu menyentak, mendorong, atau bahkan melempar kita pada “penemuan” dan “pertemuan” dengan jati diri.
bunga randu, kelopak bunga, bunga jambu, subuh, gerimis, hujan, air, darah, dingin, sepi, jalan, malam adalah kata-kata yang kerap muncul pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. begitu dekat dengan keseharian kita hingga saya mampu merasakan legit dan harumnya aroma bunga jambu secara nyata ketika menikmati puisi beliau.
beruntung bangsa kita memiliki seorang Sapardi Djoko Damono….
Asterix dan Prajurit Romawi
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Asterix dan Prajurit Romawi
Pengarang: Giscinny dan Uderzo
Penerjemah; A. Rahartati bambang Haryo
Penerbit: Sinar harapan
saya membaca komik ini dalam versi bahasa indonesia yang diterjemahkan oleh Rahartati Bambang Haryo dengan sangat brilian.
satiap ekspresi yang digambarkan oleh uderzo tercerap dengan baik di ingatan saya.
asurancetourix yang marah ketika rumahnya ditendang obelix yang sedang jatuh cinta.
pancaran semangat obelix ketika mengusung batu menhir berpita merah muda ukuran jumbo untuk falbala.
legiuner yang patah hati ketika harus “ngemong” obelix dan asterix yang jadi prajurit galia dan kawan-kawannya yang bar bar. ia harus menangis di pundak temannya. dan obelix berpikir si legiuner sama dengan dirinya : patah hati karena cinta dan dengan ekspresi polosnya bertanya, “asterix, apakah dia jatuh cinta?”
si breton yang menyukai sop masakan si koki padahal masakan itu membuat selera makan semua prajurit turun drastis.
si koki yang gendut dan berkata penuh dengan bunga-bunga setelah dapurnya diobbrak-abrik obelix.
si mesir yang bloon dan tak punya rasa bersalah ketika meminta penginapan menghadap jendela dan memanggil porter untuk mengangkatkan bawaannya.
dan tidak lupa si bajak laut yang kapalnya selalu karam….!
Goscinny dan Uderzo memang genius!!!
Di Batas Angin
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Di Batas Angin
Penulis: Yanusa Nugroho
Penerbit: Kompas, 2003
Tebal : 93 halaman
mengharukan.
yanusa Nugroho mengobrak-abrik kepekaan saya.
Manyura
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Manyura
Pengarang : Yanusa Nugroho
Penerbit : Kompas, 2004
bagi saya yang awam cerita wayang, buku ini sangat mudah dipahami. yanusa Nugroho tidak menyia-nyiakan satu kalimat pun untuk tidak disentuh oleh kepekaannya dalam berkata-kata.
membaca manyura serasa waktu tidak bergerak, atau waktu seolah melesat?
yang ada hanya menyelam dan membiarkan diri digulung ombak kata-kata indah Yanusa…
Hampir Sebuah Subversi
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Hampir Sebuah Subversi
Pengarang: Kuntowijoyo
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1999
Tebal: 188 halaman
Kuntowijoyo menulis dengan sangat “biasa” juga sangat “mengena”.
tentang kehidupan sehari-hari yang kadang terasa biasa. ternyata di tangan Kuntowijoyo kehidupan yang biasa itu menjadi tidak biasa dan layak dijadikan klangenan untuk diangen-angen
Mata Jendela
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul Buku: Mata Jendela
Pengarang: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Indonesia Tera, 2001
Sapardi Djoko Damono selalu handal dalam mengelupas makna dibalik fenomena, peristiwa, kalimat, kata, bunga, selokan, hujan, jalan, dsb.
tak bisa tidak, saya bergemuruh sekaligus luruh ketika menyelami sajak-sajak Sapardi Djoko Damono!
Aku Anak Matahari
Posted by sulurliar in review elek-elekan on January 19, 2010
Judul buku: Aku Anak Matahari
Penulis: Gola Gong
Penerbit: Semesta parenting, November 2008i
buku yang menggugah sekaligus mengingatkan kita akan hal-hal tercecer di masa lalu yang sepertinya tidak penting dan (tak sengaja) terlupa, ternyata menginspirasi kita di masa kini.
bagi anak yang tidak mendapatkan sentuhan didikan yang khusus (seperti saya)membaca buku ini seperti memandang biru kehijauan gunung yang indah dari kejauhan, dan kita siap bergegas menuju kesana.
Gola Gong sangat jernih mengupas satu-persatu inti pendidikan dan cara mendidik yang dilakukan Bapak dan Emaknya terhadap dirinya yang cacat dan terhadap saudara-saudaranya.
tatapn mata Gola Gong di setiap foto yang dipasang di buku ini menunjukkan kepercayaan diri yang menggumpal_menjadi peluru_ siap ditembakkan.
tatapan mata inilah yang sangat menginspirasi saya.