Archive for category kanalku

Embun Pagi Bersahaja

kau tau kenapa embun pagi bersahaja?
Karena ia tak
Mengabarkan apa-apa
Tentang
Kesyahduan saat
Dikelupas-Nya gelap
Dipendarkan-Nya cahaya
Ia menguap
Diserap surya
sebelum sempat angkat bicara
Ia undur diri
Sebelum dicari
Ia menyatu dengan sunyi
Sebelum pagi yang riuh menginterogasi
Hanya
Embun pagi
Yang sempat
Menghayati Hadir-Nya

Januari 2008

Leave a Comment

Sahabat

(untuk PLAI)

Jika butir air tergelitik oleh terik
Ia terbang, memeluk siang
Aku butir air, engaku siang

Jika mega gelisah
Ia tumpah, menangis pada tanah
Aku mega, engaku tanah

Surabaya, 4 April 2009

Leave a Comment

Garis Langit

(untuk: FRO)

kumimpikan samudra
kau pernah tawarkan sebentang bibir pantai yang indah

(diterbangkan oleh angin,
mimpi-mimpi leluhur sampai pada gendang telinga,
“Nak, kau harus tiba di garis langit,
burulah pelangi!
Melesatlah bersamanya.”)

kukeringkan samudra
kulipat bentangan bibir pantai yang indah

(bekal air mineral masih sisa setengah
jangan risau, cukup untuk melangkah ke segala arah)

Surabaya, 18 Mei 2009

Leave a Comment

Musim Kering

(untuk: masa lalu)

Menyimak, remah-remah ragu

rontok dari proses-proses semu.

Menelan ludah kering,

menemukan diri

: tergeletak, tak penting.

Wahai,

ini sama sekali bukan keadaan genting!

karena terjadi, terlalu sering..

Surabaya, 3 Mei 2009.

(disebabkan buku Animal Farm, aku mengenangmu sekali lagi.

kau mendekap buah hati, aku mendekap mimpi.

Diri, bisakah kau tak mudah terpelanting lagi?)

Leave a Comment

Samar-samar

semakin hari samakin tidak akur, antara aku dengan mendung, antara aku dengan hujan.

mendung, berturut-turut di pagi hari.
membangkitkan rindu yang samar-samar.
pada sesuatu yang samar-samar.

mendung menyisakan sepotong kenangan yang selalu bergelayut.
hujan memompa keluar kenangan yang tak mau hanyut.

yang kumimpi sederhana. cukup sederhana.
bilik dengan jendela menghadap bunga kertas yang menyemak, bunga matahari yang berbaris.
bilik yang meninabobokan gelisah.
bilik bernaung atap menjulang.
hingga lonjakan-lonjakan cakrawalaku tak dianggap gersang.

mendung meredupkan pagi hari.
hujan memanggang mimpi.

Agustus 2008

Leave a Comment

Sketsa

mengenang masa kuliah;

Sketsa

untuk sthapati

kucari jejak-jejak Mangunwijaya

di coretanmu

yang kutemu justru sembilu

……..menghujamku………

tepat di ulu

………………tapi aku terlanjur pucat……………..

hingga matiku cukup senyap

tak ada meriah warna merah

hanya beberapa butir debu hinggap

22 April 2003.

Leave a Comment

Halte

(untuk cybermate)

bercerita pada angin

kemilauku terkuak (kau reguk)

menguarkan kegamangan (redup seketika)

tak apa.

luka _tidak_ kian menganga

kubuang serapah

mulai melangkah.

9 juni 2008

Leave a Comment

Di dalam bus

(untuk teman seperjalanan)

bertutur tentang asa pada trotoar

tak sempat mengantuk

mendongak

memilah

menyusuri

mengendus

setiap jengkal kemungkinan

9 Juni 2008

(terimakasih pada Qonik atas analoginya)

Leave a Comment

Kepak Sayap

To: Our Sparrow, Indriati Mulia

kebebasan di kelopak mata

terbang, melesatlah !

tancapan kaki di tanah : tidak menjanjikan apa-apa.

Cepat menyelinap

dari labirin norma-norma !

terbang, melesatlah, jiwa !

tinggalkan segala yang belum

tuntas

membasuh

diri

!!!!

termasuk : aku……ya….. a……k…..u…….

Surabaya, 10 april 2001.

Leave a Comment

Marka Jalan

marka jalan,
seperti gelisah.
ia timbul tenggelam
mengusik lelap tidur perjalanan kita

10 Juni 2008

Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.