Balai Kota Surabaya, Masih Terjaga
August 6, 2009
Sejarah Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya yang dulunya terkenal sebagai Staadhuis te Soerabaia dirancang dan dibangun oleh G.C. Citroen dalam rentang waktu sepuluh tahun, dari tahun 1915 sampai dengan tahun 1925.

Gambar 1: Balai Kota Surabaya tempo doeloe
Gambar 1: Balai Kota Surabaya tempo doeloe
Bangunan berlantai dua dengan yang membentang sepanjang 102 meter ini adalah salah satu karya besar arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. Kecerdasan G.C. Citroen sebagai arsitek balaikota Surabaya dan kepekaannya terhadap iklim tropis menjadikan bangunan balakota Surabaya ini sebagai bangunan megah yang ramah lingkungan.
Gambar 2: Balai Kota Surabaya saat ini Selaras dengan Iklim Tropis
Kendati berkebangsaan Belanda, G.C. Citroen tidak melupakan karakter iklim tropis lembab dalam merancang sebuah bangunan, terlebih bangunan Balai Kota Surabaya. Penyesuaian terhadap iklim tropis menghasilkan bentuk-bentuk yang khas dan tetap fungsional. Bentuk-bentuk khas inilah yang menjadikan bangunan kolonial Belanda menjadi berbeda dengan bangunan di Negara Belanda. Karakter bangunan yang selaras dengan iklim tropis muncul menjadi bentuk-bentuk sbagai berikut:
• Gallery atau selasar Bangunan Balai Kota Surabaya dikelilingi oleh gallery atau selasar disekelilingnya. Curah hujan yang tinggi akan menimbulkan tampias pada atap yang akan mengenai dinding bangunan. Ruang bernama gallery/ selasar menjadi solusi untuk menghindarkan muka bangunan dari cipratan air hujan dan melindungi sisi daalam bangunan dari sinar matahari secara langsung.
Gambar 3: Selasar/Gallery Balai Kota Surabaya
• Bentuk denah tipis Bentuk denah Balai Kota Surabaya tipis memanjang membentang dari barat ke timur Denah yang tipis memungkinkan terjadi cross ventilation atau ventilasi silang. Udara yang masuk dari sisi depan (sisi selatan) bangunan diharapkan dapat keluar di sisi belakang (sisi utara). Dengan begitu kesegaran udara di dalam bangunan tetap terjaga. Seiring dengan terjadinya peningkatan suhu akibat global warming dan rapatnya bangunan, maka kesegaran udara tak bisa lagi mengandalkan alam dan ventilasi silang sehingga harus ditunjang dengan penghawaan elektrik.
Gambar 4 : Denah yang tipis memungkinkan terjadinya sirkulasi udara
• Orientasi bangunan menghadap selatan atau utara Bangunan Balai Kota dirancang menghadap selatan untuk menghindari sengatan matahari secara langsung. Dengan demikian akan tercipta keteduhan di dalam bangunan.
Gambar 5: Orientasi bangunan menghadap selatan
• Atap bertumpuk Bentuk atap pelana bertumpuk dari bahan genteng dengan ventilasi di celah antar kedua atap dipilih agar udara dapat mengalir ke dalam bubungan. Aliran udara inilah yang diharapkan dapat menciptakan suasana sejuk di dalam sepanjang hari.
Total Design
Integritas G.C.Citroen dalam merancang gedung Balai Kota dapat kita buktikan. Citroen tidak hanya memikirkan solusi untuk mengatasi iklim yang tropis lembab, tetapi ia menggali talentanya sehingga mampu merancang secara menyeluruh (total design).
• G.C. Citroen merancang gedung Balai Kota Surabaya tidak terpaku pada satu aliran tertentu. Gaya Neo-klasik yang mencitrakan tampak dan denah yang simetris tetap dipakai untuk membangun kesan formal dan wibawa. • Gaya arsitektur vernacular Belanda juga diadopsi oleh G.C. Citroen dengan menghadirkan menara/tower di kedua sisi pintu masuk. Menara/tower adalah salah satu ciri khas gaya arsitektur vernacular Belanda.
Gambar 6: Tower simetris tampak depan bangunan Balai Kota Surabaya
• Gedung Balai Kota Surabayaa ini jika dipandang dari taman tidak terkesan kerdil meski wujudnya memanjang karena kuatnya kesan vertikal pada elemen-elemen bangunan misalnya jendela, tiang/kolom, dan ventilasi.
Gambar 7: Kesan vertikal yang kuat muncul pada elemen ventilasi
Gambar 8: Komposisi jendela, ventilasi dan tiang/kolom mencerminkan pengaruh aliran De Stijl Komposisi balok dan kubus yang saling menumpuk pada puncak tiang/kolom menciptakan sebuah bentuk yang khas.
Dalam merancang tampak bangunan dan detail penyelesaian elemen ini G.C. Citroen terpengaruh gaya Amsterdam School dan De Stijl yang pada saat itu terkenal dan diminati di Negara Belanda.
Gambar 9: Bentuk balok dan kubus yang saaling bertumpuk dan interlocking pada puncak tiang/kolom mencerminkan pengaruh aliran Amsterdam School
• Tak hanya elemen-elemen bangunan saja yang disentuh tangan dingin G.C. Citroen, tetapi perabot, desain pintu, desain jendela, detail tangga dan lampu taman juga dirancang sehingga menciptakan sebuah desain yang selaras.
Gambar 10: Lampu taman yang menghiasi tangga di sisi belakang bangunan Balai Kota Surabaya
Gambar 11: detail tangga menuju Balai Kota Surabaya
Gambar 12: Detail pintu dengan paku kayu berukuran besar
Gambar 13: Detail railing tangga
Dari Waktu ke Waktu
Secara historis, gedung ini selalu difungsikan sebagai pusat pemerintahan. Pada zaman penjajahan Belanda benama Burgemeester’s Kantoor dan pada zaman penjajahan Jepang menjadi kantor Shi-Co dan sampai saat ini sebagai Balai Kota Surabaya. Gedung ini adalah saksi sejarah perjuangan para Dewan Kota yang memperjuangkan nasib bangsa pada saat pemerintahan Belanda sedang berlangsung. Putra bangsa yang menjadi Dewan Kota dan berjuang di Gemeente (Pemerintah Belanda) adalah R. Ng. Soebroto, Ashabul Djojopranoto , Ramamin Nasution Gelar Sutan Kemala Pontas dan Cak Doel Arnowo.
Gambar 14: Cak Doel Arnowo, arek Suroboyo yang memperjuangkan hak-hak pribumi di Dewan Kota Surabaya
Telah hampir 84 tahun Balai Kota Surabaya berdiri dan berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Hingga saat ini, bangunan ini masih tampil indah kokoh dan terawat dengan baik. G.C. Citroen memang merancang Balai Kota ini dengan penuh integritas. Kebangsaan Belanda tak menyurutkan G.C Citroen untuk menghasilkan karya yang indah untuk Kota Surabaya.
Bacaan: Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya (1870-1940) oleh Handinoto.
Foto-foto diambil sore hari 20 Mei 2009 bersama rekan saya bernama Widodo.
Cepat Mekar, Cepat Layu…
March 10, 2009
Orang tua macam apakah kita?
Dirangkum dari tulisan “Anak-anak Karbitan” oleh Dewi Utama Faizah yang disampaikan dalam Seminar Setengah Hari di Sekolah Citra Alam, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu..
Anak-anak yang digegas adalah anak-anak yang mengalami akselerasi dalam pendidikan dan pengayaan kecakapan-kecakapan akademik baik di dalam maupun di luar sekolah. Orang tua merasa kehilangan peluang emas jka tidak segera mengajarkan kemampuan berhitung, membaca dan menulis sejak dini pada anak.
Anak-anak cepat mekar karena pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa Read the rest of this entry »
sak madyo
March 10, 2009
Sore ini sore yang sibuk. Terlibat pembicaraan dengan seorang sahabat tentang sesuatu yang belum pernah saya alami hingga saya tersadar benar bahwa guru terbaik adalah pengalaman. Tak lama, saya terlibat urusan dengan sahabat lainnya yang sepertinya remeh dan tidak perlu dicermati, tapi sebenarnya cukup penting untuk dipikirkan.
Peristiwa itu saya analogikan seperti ini:
Anda memiliki sebuah kulkas, dan Anda mempersilahkan Read the rest of this entry »
Mati Ketawa Cara Rusia (tentang komunisme dan soviet)
February 22, 2009
Tentang Komunisme dan Kekuasaan Soviet
- Tahukan Anda jenis pekerjaan yang tidak mengenal PHK?
- Memanjat tembok Kremlin, dan menunggu datangnya zaman komunisme.
*
Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa.
”Hymie,” seorang murid dipanggil untuk ditanyai. ”Siapa ayahmu?”
”Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie.
“Anak pintar! Dan siapa ibumu?”
”Ibu saya adalah Partai Komunis,” sahut Hymie.
”Bukan main! Dan apa keinginanmu setelah dewasa?”
”Menjadi anak yatim piatu.”
*
Seorang tua penduduk Leningrad menerima barita gembira: ia akan beroleh harta warisan yang sangat besar dari seorang sanak yang meninggal di luar negeri.Dalam waktu singkat, seorang petugas KGB tiba di depan pintunya, dan meminta agar warisan itu diserahkan kepada negara. Setelah berpikir sejenak, orang itu setuju, dengan satu syarat.
”Saya akan menyerahkan warisan itu kepada negara, dengan syarat bahwa sehari penuh semua toko di Leningrad membagi-bagikan barangnya secara cuma-cuma”
Para penguasa berunding. Tetapi, karena harta warisan itu memang sangat banyak, mereka akhirnya setuju.
Esoknya, semua toko di Leningrad menyediakan barang gratis. Terjadilah huru-hara. Orang saling memanjat, anak-anak terjepit dan terinjak-injak. Rumah sakit penuh penderita pasien penderita kecelakaan.
”Lihatlah hasil tingkah lakumu,” kata seorang pejabat kepada penerima warisan itu, dengan nada geram.
”Apa maksudmu dengan syarat gila-gilaan ini?”
”Aku ini sudah tua,” kata lelaki itu. ”Konon, dalam masyarakat komunis nanti, semua barang boleh diambil dengan cuma-cuma. Nah, sebelum aku mati, aku ingin melihat Read the rest of this entry »
Mati Ketawa Cara Rusia (para pemimpin dan rakyat)
February 22, 2009
Para Pemimpin dan Rakyat
Kennedy menghadap Tuhan dan memohon, “ Tuhanku, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
“Lima puluh tahun lagi,” kata Tuhan.
Kennedy menangis, dan berlalu.
De Gaulle menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
”Seratus tahun lagi,” jawab Tuhan.
De Gaulle menangis, dan berlalu.
Krushchev menghadap Tuhan dan memohon, ”Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
Tuhan menangis, dan berlalu.
*
Seorang lelaki berlarian di jalan raya Kota Moskow, dan berteriak, ”Krushchev babi!”
Ia ditangkap, diadili, dan dijatuhi 21 tahun.
Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun Read the rest of this entry »
Gandrung
February 16, 2009
Penulis: Mustofa Bisri
Al Ibris, rembang, 2000
51 halaman
ada banyak ekses yang terjadi setelah membaca karya Gus Mus berjudul gandrung ini.
jika ia sedang jatuh cinta, maka ia akan semakin tergenang dalam cinta. seketika itu langsung beranjak untuk segera memperjuangkan cintanya.
jika ia sedang tidak jatuh cinta, maka ia akan bertingkah seperti orang jatuh cinta, seolah-olah ia sedang merindukan seseorang terbawa oleh keindahan dan kesyahduan puisi Gus Mus.
jika ia sedang tidak jatuh cinta tapi merindukan cinta, maka ia akan gelisah Read the rest of this entry »
Orang-orang Bloomington
February 16, 2009
Penulis: Budi Darma
Penerbit: Metafor Intermedia Indonesia, 2004
246 halaman
seperti membaca tentang kemuraman.
kadang, kemuraman terlalu kental untuk dirasakan.
maka, kemuraman cukup dibaca saja!
baca buku tentang kemuraman, baca buku ini.
kemuraman terasa sangat nyata. Setiap kepala dalam setiap cerita bergumul dengan kemuraman. kemuraman yang absurd tapi menusiawi karena lahir dari ketakutan-ketakutan. kadang ketakutan itu muncul dalam keseharian kita, tapi kita tak mampu menamai, mendefinisikan, dan menuntaskan ujungnya.
meminjam kejelian, kepekaan dan Read the rest of this entry »
Mati Ketawa Cara Rusia
February 16, 2009
1986 (first published 1983) by Grafiti Pers
kalo ada yang bilang buku ini berisi tentang banyolan klasik, maka saya bilang banyolan cerdas yang everlast/awet. guyonan yang menerabas semua hal, agama, tuhan, ras, gaya hidup, tata krama, dsb. dan tetap berhasil menyentil, meyodok,menusuk hingga ngakak dan ngikik tumpah…
Ada seseorang di kepalaku yang bukan aku
February 16, 2009
Penulis: Akmal Nasery Basral
Penerbit: Ufuk Press, 2006
Halaman: 268 halaman
judulnya menarik : ada seseorang di kepalaku yang bukan aku. harapan saya tidak sesuai dengan cerita yang disajikan oleh akmal. memang masih seputar tentang penyakit kejiwaan/kegilaan. tapi saya berharap lebih kompleks dari cerita narapidana wanita yang bingung akibat suara-suara di kepalanya. judulnya menawarkan kekompleksan yang menggemaskan, tapi ceritanya belum membangkitkan rasa gemas.
the silent victims
January 26, 2009
pernahkan ada survey terhadap para nenek, para tante, para bude yang mengurus cucu/keponakan/sepepunya tentang apa yang mereka rasakan saat melakukan kegiatan tersebut?
saya rasa belum ada.
kalaupun ada, kemungkinan besar hasilnya tidak valid, karena jawaban yang diberikan kurang/tidak jujur.
siapa sih yang berani jujur menyatakan keberatan/ kecapekan akibat mengurus Read the rest of this entry »