99 untuk Tuhanku _ 0
Posted by sulurliar in who are we? on October 22, 2010
O
Emha Ainun Najib
Tuhanku
kususun 99ku
agar sampai pada O
dan kulahirkan kembali 1–ku
sampai 99ku yang baru.
Tuhanku
kususun 99 nafasku
untuk meniru-Mu
mendekati watak-Mu
dan menjadi hati-Mu
Tuhanku
ini bukan pusi
bukan keindahan
ini hanya cinta sunyi
yang jadi menggelikan
karena kuucapkan.
Tuhanku
aku hanya kepunyaan-Mu
aku tidak asli
aku tak sejati
aku hanya mulut-Mu
jiwa menganga
menunggu-Mu tiba
dari dunia ke dunia
dari semesta ke semesta
Catatan Kecil:
aku sering alpa. aku mencari cara menampar diri, melalui puisi-puisi
Puisi-puisi Emha ampuh menanpar, kadaang sampai aku terlempar..
PT. BBI Unit Diesel “Crane Putar”
Posted by sulurliar in serpih serpih tulisan on October 4, 2010
Gedung PT. BBI Unit Diesel “Crane Putar”
Alamat : Jl. KH. Mas Mansyur 229, Surabaya
Tahun Pembangunan :
1878 (menurut dokumen Perencanaan Pelestarian Benda-benda Cagar Budaya, Pemerintah Kota Surabaya, 2003)
1823 (menurut Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya, Ir. Handinoto, 1996)
Surabaya pada tahun 1800-an mulai memiliki kesadaran untuk menjadi kota industri. Daendels sebagai gubernur jendral memandang Read the rest of this entry »
Malang, Kota Pelajar Tempo Doeloe
Posted by sulurliar in serpih serpih tulisan on June 1, 2010
Usia Kota Malang dalam menyandang sebutan Kota Pelajar sudah tidak muda lagi. Gedung sekolah didirikan oleh Belanda jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Sekolah setingkat MULO (pendidikan dasar yang diperluas setingkat Sekolah Lanjutan Pertama) mulai didirikan sekitar tahun 1914. Menyusul dibangun gedung- gedung sekolah dari berbagai tingkatan dalam kurun 10 tahun mulai tahun 1926 tahun 1936. Sekitar 12 buah sekolah didirikan ditambah dengan sekolah khusus berbahasa Cina.
Jumlah sekolah yang banyak dan jenjang pendidikan yang tersedia dengan lengkap ini menegaskan bahwa warga Belanda di Malang menganggap pendidikan adalah hal yang penting. Fasilitas pendidikan dididrikan untuk menyokong kelangsungan kehidupan mereka. Pendidikan ditujukan selain untuk menempa generasinya juga untuk mendukung lembaga keagamaan (Gereja Katolik).
Ada tiga buah Sekolah Dasar European Legare School, sebuah Sekolah Dasar Hollandsch-Chineesche School dan tiga buah Sekolah Dasar untuk Pribumi yang dinamakan Inlandsche Scholen der 2e Klase (sekolah Ongko Loro) dibangun di Kota Malang. Sayangnya tidak ada satu pun gambar yang berhasil didokumentasikan sehingga keindahan gedung sekolah ini hanya bisa kita bayangkan. Sayang sekali gambar Sekolah Ongko Loro yang berada di SpeelmanStraat (sekarang Jl. Mojopahit) dan di Klojenlor dan di Temenggoengan ini dapat ditemukan karena sangat berarti bagi sejarah dan perkembangan Pendidikan Nasional Indonesia.
Ada baiknya kita mulai mengklasifikasikan bangunan berdasarkan tahun pendiriannya. Penanggalan ini menjadi penting karena gaya dan aliran dalam arsitektur cepat mengalami perubahan meskipun dalam hitungan tahun. Ternyata tidak mudah untuk mengartikulasikan aliran/gaya yang muncul pada era ini, sebab antara tahun 1920 sampai 1940-an berbagai aliran dan gaya bertumbuh sangat pesat di Benua Eropa. Gaung itu terdengar cukup nyaring di Hindia Belanda, sehingga banyak gedung yang didesain berdasarkan trend yang berkembang saat itu. Akan tetapi para arsitek yang berkarya di Kota Malang kurang terpengaruh gejolak perkembangan aliran yang sedang terjadi , tidak seperti di Bandung dan di Batavia.
Frataerschool dan Zusterschool
Biro arsitek Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers merancang Frataerschool dan Zusterschool di Jl. Tjelaket dan dibangun tahun 1926 . Dua gedung sekolah ini dibangun untuk mendukung Lembaga Keagamaan gereja Katolik Di Malang. Penekanan yang bersifat religius terasa kuat pada kedua bangunan ini. Terlihat dari bentuk jendela yang mengerucut ke atas pada bangunan Fraterschool. Bentuk seperti busur ini menyimbolkan persembahan pada Keagungan Tuhan seperti bentuk jendela pada gereja-gereja yang beraliran Gothic. Kaidah simetris peninggalan masa Renaissance masih dilestarikan. Bangunan berlantai dua ini tampil lebih akrab tanpa hadirnya kolom-kolom ionic/doric yang terkesan monumental.
Pernak-pernik ornamen ciri khas aliran Neoklasik (aliran Renaissance yang terpengaruh Gothic) masih dipakai untuk mempercantik bagunan, misalnya lantern beratap indah dan cukup mencolok berada di tengah atap. Sedangkan pencahayaan dan penghawaan alami didapat dari jendela dan ventilasi yang cukup banyak jumlahnya. Ada variasi bentuk jendela yang dimainkan dengan irama tertentu, misalkan pada bangunan tengah, bentuk jendela yang mengerucut ini diulang lagi pada kedua bangunan di sisinya sebagai ventilasi. Komposisi ini melahirkan sebuah bangunan cantik yang kaya ornamen hasil dari padu padan beberapa ragam bidang. Estetika bangunan ini dicapai dengan mencampurkan komposisi bidang-bidang dan garis dengan ornamen-ornamen khas Neoklasik.
Terdapat banyak kemiripan Read the rest of this entry »
Embun Pagi Bersahaja
kau tau kenapa embun pagi bersahaja?
Karena ia tak
Mengabarkan apa-apa
Tentang
Kesyahduan saat
Dikelupas-Nya gelap
Dipendarkan-Nya cahaya
Ia menguap
Diserap surya
sebelum sempat angkat bicara
Ia undur diri
Sebelum dicari
Ia menyatu dengan sunyi
Sebelum pagi yang riuh menginterogasi
Hanya
Embun pagi
Yang sempat
Menghayati Hadir-Nya
Januari 2008
seseorang boleh…
Posted by sulurliar in angen-angen on January 27, 2010
Seseorang boleh cengeng, menangis sejadi-jadinya karena ngeri terhadap kegagalan/kehilangan/kematian. Tapi, tidak setiap hari! Terlalu banyak hal patut disyukuri yang akan terlewatkan, sayang sekali….
Seseorang boleh terluka, menganga, membara. Tapi, tak boleh mengusik mimpi, mengubah arah!
Seseorang boleh menyerah. Tapi, tak boleh takut memulai ayunan langkah!
Seseorang boleh sesukanya. Tapi, tak boleh menyiksa!
Sahabat
(untuk PLAI)
Jika butir air tergelitik oleh terik
Ia terbang, memeluk siang
Aku butir air, engaku siang
Jika mega gelisah
Ia tumpah, menangis pada tanah
Aku mega, engaku tanah
Surabaya, 4 April 2009
Garis Langit
(untuk: FRO)
kumimpikan samudra
kau pernah tawarkan sebentang bibir pantai yang indah
(diterbangkan oleh angin,
mimpi-mimpi leluhur sampai pada gendang telinga,
“Nak, kau harus tiba di garis langit,
burulah pelangi!
Melesatlah bersamanya.”)
kukeringkan samudra
kulipat bentangan bibir pantai yang indah
(bekal air mineral masih sisa setengah
jangan risau, cukup untuk melangkah ke segala arah)
Surabaya, 18 Mei 2009
Lomba Mengikat Kepiting
Posted by sulurliar in serpih serpih tulisan on January 20, 2010
berita pagi ini: diadakan lomba menangkap dan mengikat kepiting di Desa Manyar Sidomukti Kabupaten Gresik Jawa Timur untuk memperingati dirgahayu Republik Indonesia.
Harusnya seluruh lomba di Indonesia diadakan dengan cara seperti ini. Sangat mendidik dan menghibur
Masyarakat nelayan mengadakan lomba mengikat kepiting. masuk akal kan?
dua ekor kepiting diletakkan dalam sebuah bak. seorang anak menangkap kepiting itu dengan menekan badannya terlebih dulu, lalu menyergap capitnya dari arah belakang. beres, kepiting sudah di tangan…. tapi eiiit…. air liur mau menetes dari bibir yang ngowoh karena terlalu konsentrasi. kepiting diikat dan siap dijual!
terlihat wajah-wajah sumringah dari anak-anak peserta lomba itu, diselingi jeritan ketakutan dari penonton anak-anak. mereka kaget, karena ada salah satu peserta yang iseng berpura-pura mau melemparkan kepiting yang berhasil ditangkapnya. Seru!
Sudah waktunya lomba mengempit balon, lomba makan Read the rest of this entry »
Musim Kering
(untuk: masa lalu)
Menyimak, remah-remah ragu
rontok dari proses-proses semu.
Menelan ludah kering,
menemukan diri
: tergeletak, tak penting.
Wahai,
ini sama sekali bukan keadaan genting!
karena terjadi, terlalu sering..
Surabaya, 3 Mei 2009.
(disebabkan buku Animal Farm, aku mengenangmu sekali lagi.
kau mendekap buah hati, aku mendekap mimpi.
Diri, bisakah kau tak mudah terpelanting lagi?)
Experiencing Architecture
Posted by sulurliar in serpih serpih tulisan on January 20, 2010


